Kenal akan keindahan dan sanggup menyatakan keindahan itu kepada orang lain adalah bahagia - Buya Hamka

August 14, 2019

Forest City Konsep Ibu Kota Baru RI

Baru-baru ini pemerintah kita mengumumkan suatu keputusan untuk memindahkan Ibu kota negara, meski secara spesifik tempatnya belum disebutkan, yang jelas akan pindah dari pulau Jawa yang memang sudah sangat padat dan menjadi tempat tinggal dari 57% penduduk Indonesia. Jakarta yang menjadi ibu kota negara saat ini memang sudah tidak ideal lagi untuk menjadi sebuah pusat pemerintah yang efesien. Dalam perkembangannya laju penduduk jakarta yang tinggi terseret arus konstan urbanisasi membuat beban Jakarta menjadi tinggi menimbulkan semakin turun pesatnya daya dukung lingkungan, timbulah masalah banjir tahunan yang sangat merugikan, kondisi ini di perparah dengan fakta bahwa perumukaan tanah jakarta tiap tahunnya turun lebih dari setengah meter, ini tentu sebuah ancaman serius untuk kedepannya. Kerugian cukup besar lainnya juga diakibatkan oleh masalah kemacetan yang sukar dicarikan solusinya. Atas dasar permasalah-permasalah tersebut maka pemindahan Ibu kota negara dinilai sesuatu yang harus dilakuakan.

Setelah melakukan penilaian di beberapa calon lokasi Ibu kota baru, akhirnya pemerintah langsung melalui presiden mengkonfirmasi bahwa salah satu provinsi di Kalimantan yang akan di proyeksikan untuk menjadi Ibu kota negara baru. Pernyataan ini banyak menuai pro dan kontra, selain banyak yang setuju karena dengan ini secara tidak langsung akan membuat Kalimantan mendapat manfaat ekonomi, tetapi tak sedikit pula yang merasa khawatir dari sisi lingkungannya, karena dikhawatirkan penetapan Kalimantan sebagai Ibu kota negara baru ini bisa berdampak pada rusaknya hutan-hutan Kalimantan yang selama ini dianggap sebagi paru-paru dunia.


Konsep Forest City akan cocok dengan kondisi alam kalimantan yang akan menjadi Ibu kota negara baru. Dengan konsep ini pemerintah harus benar-benar menjaga kehijauan hutan di Ibu kota baru bukan hanya dari jumlah taman tetapi lebih ke menjaga kelestarian hutan, hal ini tak lepas dari bagaimana kalimantan yang terkenal sebagai paru-paru dunia di mata internasional. Pembangunan ibu kota negara baru harus meminimalisasi intervensi terhadap alam, mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru dan mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan atau City in the Forest.

Dengan konsep ini setidaknya pemerintah harus memastikan kelesatarian hutan sekurang-kurangnya ruang terbuka hijau harus dibangun minimal 50% dari luas area kota. Bangunan dan perumahan juga harus di tata sedemikian rupa berkonsep hijau dengan efisiensi energi, air, dan sirkulasi yang baik untuk menjamin kesehatan masyarakat. Untuk mewujudkan desain pembangunan ini bisa dipakai sistem manajemen siklus air pintar yang terintegrasi dan mendapat pengawasan ketat dari pemerintah. Pemerintah juga harus menerapkan sistem penerangan yang efesien menggunakan energi terbarukan di setiap jalan-jalan, perumahan dan tempat lainnya dan yang tidak kalah penting Ibu kota negara baru nantinnya  juga harus menjadi kota yang berorientasi pada transportasi publik, pengguna sepeda, dan pejalan kaki yang terintegrasi, juga mempromosikan kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan dan bila perlu ada regulasi untuk penggunaan jenis kendaraan yang boleh digunakan di Ibu kota negara baru ini nantinya. Ini penting untuk menjaga kota dari polusi sehingga Kalimantan akan tetap di kenal sebagai kota dengan udara yang segar layaknya di hutan-hutan.

Sementara itu, untuk mewujudkan konsep forest city hal lain yang perlu mendapat prioritas adalah pengelolaan sampah, sampah akan menimbulkan masalah besar jika tidak dikelola dengan baik. Sistem pembuangan sampah baru yang harus dikembangkan dapat dilaksanakan dengan sistem waste to energy, bukan bermaksud untuk membanding-bandingankan dengan negera lain namun pemerintah kita bisa belajar ke negara swedia yang lebih dari 50% pasokan listrik negara ini berasal energi terbarukan dan sebagian darinya menggunakan bahan baku sampah. Ini tentu dapat di terapkan di Indonesia dan Ibu kota negara baru nantinya harus jadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam penerapan sistem waste to energy ini. 

Bicara tentang konsep forest city artinya bukan hanya membangun tetapi juga menjaga kelestarian hutan saat ini, kita tahu bersama lahan di kalimantan di dominasi oleh lahan gambut yang mudah terbakar, untuk itu dibutuhkan kajian menyeluruh tentang bagaimana mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di pulau Kalimantan ini. Kebakaran hutan bisa terjadi secara alami karena panas matahari atau tidak alami karena aktivitas manusia yang sengaja buka lahan dengan cara membakar hutan. Cara yang dapat ditempuh untuk menanggulangi kebakaran hutan ini selain membuat regulasi dan pengawasan ketat tentang larangan untuk membakar lahan, pemerintah juga dapat membuat program untuk melestarikan lahan gambut. Lahan gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari tanaman-tanaman purbakala yang terendam air dan tidak terurai secara sempurna, hasilnya tanah ini menyimpan banyak karbon yang kalau dijaga bisa menjadi energi di masa depan. Lahan gambut yang basah dapat meredam bahkan menghentikan kebakaran hutan agar tidak meluas penyebarannya. Sebaliknya jika lahan gambut dalam kondisi kering sangat rawan untuk tersulut api. Oleh karena itu, lahan gambut itu harus tetap dijaga agar tetap basah dan mengembalikan area yang terbakar dengan menanam benih-benih pohon yang baru.

Pemindahan Ibu Kota ini tentu sudah dipertimbangkan dengan  beberapa pertimbangan. Jika kajian konsep kota, penanggulangan potensi kebencanaan dan proyeksi lainnya dilakukan dengan tepat, bisa jadi pindah ibu kota penuh dengan manfaat. Layak di lanjutkan sebagai rencana nasional untuk mendukung target kita, Indonesia  emas 2045.



#IbuKotaBaru
#Bappenas

_________
Penulis : Rifki Renaldi

Artikel ini diikut sertakan dalam lomba Nasional Artikel dan Vlog "Harapan untuk Ibu Kota Baru" Tingkat Pelajar SMA dan Mahasiswa yang di selengarakan oleh Kementrian PPN/Bappenas.

Jalan Sebagai Tulang Punggung Penggerak Kehidupan Masyarakat


Indonesia adalah salah satu negara Perserikatan Bangsa-bangsa yang mengimplemntasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang ditetapkan sebagai agenda pembangunan global hingga tahun 2030. SDG’s merupakan pembangunan berkelanjutan yang terdiri dari 17 tujuan dan 169 capaian diantaranya adalah seperti pengetasan kemiskinan, mengakhiri kelaparan dan menggalangkan hidup sehat serta mendukung kesejahteraan semua usia.

Indonesia sendiri sudah banyak membuat pencapaian seperti diantaranya menurut data yang dihimpun oleh Badan Statistik Nasional tingkat kemiskinan terus berkurang dari yang tercatat pesentasi tertinggi sebesar 23,43% pada tahun 1999 kini terus menurun sampai pada persentase  9,66% pada september  tahun 2018. Akses kesehatan juga semakin membaik ditandai dengan program imunisasi campak dan Rubella pada anak dan skema asuransi nasional yang terus meningkat, dan menurut rilis Kemendikbud  tahun 2017 jumlah anak putus sekolah menurun signifikan dengan partisipasi yang meningkat. Akan Tetapi, kita tidak boleh lengah sebab masih banyak tantangan yang menghalang di depan mata.

Indonesia masih dibayang-bayangi dengan masalah dengan masih banyaknya daerah-daerah berpenduduk yang sangat terisolasi di era modern saat ini, daerah-daerah yang bahkan hanya dapat diakses dengan pesawat perintis atau kapal kayuh kecil, penduduk di daerah seperti ini sangat sulit untuk mengembangkan ekonominya karena hampir tidak ada penghubung bagi mereka untuk berinteraksi ekonomi dengan dunia luar, kalau masalahmasalah  seperti ini terus dibiarkan maka masalah-masalah seperti kemiskinan, penggangguran dan kelaparan di daerah terluar indonesia akan terus terjadi.

Percepatan pekerjaan Infrastruktur jalan dan jembatan khususnya di daerah terluar indonesia menjadi bukti respon pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan di seluruh nusantara guna membuka akses untuk penduduk wilayah terluar untuk diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian baru yang bisa menekan angka kemiskinan, pengangguran dan kelaparan.

Salah satu dan yang paling besar manfaatnya bisa kita saksikan dengan telah dibangunnya jalan Trans Papua yang hadir menjawab ketersambungan wilayah di bumi cendrawasih, jalan yang membentang dari kota Sorong provinsi Papua barat hingga merauke di provinsi Papua menghubungkan daerah terisolir di kedua provinsi serta memangkas jalur distribusi yang selama ini menyebabkan mahalnya pangan.

Manfaat itu dirasakan betul oleh masyarakat di kampung yang jaraknya jauh dengan pusat kota Sorong. Masyarakat yang rata-rata mata pencariannya berkebun dulunya masyarakat butuh waktu berhari-hari untuk berjalan ke pasar kota menjual hasil kebunnya, kini hanya butuh waktu hitungan jam dengan kendaraan bermotor. Bukan hanya itu masyarakat juga dilibatkan dalam pemeliharaan jalan Trans papua ini. Pemerintah memiliki program khusus untuk masyarakat lokal kurang terampil yang selama ini jadi pengangguran, program ini dijajalani warga seacara berkelompok untuk memelihara bahu jalan seperti membabat rumput liar yang tumbuh, membersihkan saluran dan trotoar dan pemeliharaan lainnya yang kriterianya non-skill dan tidak membutuhkan alat besar, masyarakat mendapatkan upah harian dari hasil pekerjaannya yang dapat menambah penghasilan mereka.

Jalan Trans papua harus jadi tulang punggung untuk menggerakan ekonomi masyarakat sehingga angka kemiskinan, pengangguran dan kelaparan dapat ditekan. Namun untuk mempercepat dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi setelah pembanguannan jalan di tanah papua ini, perlu ada intervensi dari pemerintah. Pemerintah harus bisa mendorong tumbuhnya pengembangan ekonomi masyrakat lokal lewat pemanfaatan sumber daya alam lokal, seperti kopi asli papua, petani kopi perlu pemerintah bantu lewat edukasi menanam  dan permodalannya untuk menghasilkan lebih banyak kopi. Bukan hanya menanam, masyarakat lokalnya harus diberdayakan untuk memproduksi sendiri produk jadi dari biji kopi yang mereka tanam dan masyarakat dapat memasarkannya di sepanjang koridor jalan Trans papua yang banyak dilalui wistawan. Untuk itu pemerintah harus membuat regulasi untuk membatasi Brand produk-produk asing yang biasa hadir di setiap rest area, cukup rest area sepanjang jalan Trans Papua ini sebagai etalase atau tempat pemasaran produk unggulan lokal. Rantai bisnis masyarakat lokal dari hulu ke hilir inilah yang harus pemerintah bantu dan jaga sehingga kedepannya kita bisa melihat bagaimana masyarakat papua bisa sejahtera dengan apa yang sudah mereka miliki.

Dengan tangtangan-tantangan besar pembangunan inilah dibutuhkan keterbukaan dan kerjasama anatara berbagai kementrian, lembaga dan juga pemerintah daerah, para pemangku kepentingan ini juga harus dituntut kreatif dalam mencari pendanaan pembangunan, tidak bisa hanya bisa menunggu cairnya APBN/APBD. Untuk itu, inovasi dalam instrumen pembiyaan pembangunan infrastruktur terutama di daerah terluar indonesia yang jauh dari keterlibatan investor swasta perlu dijadikan bahan prioritas pertimbangan.

Pada Tahun 2009 Pemerintah Republik Indonesi lewat Kementrian Keuangan menghadirkan solusi dengan mendirikan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan mandat mendukung percepatan pengembangan infrastruktur di Indonesia dengan tiga pilar bisnisnya yaitu pembiyaan dan investasi, jasa konsultasi, dan jasa pembangunan proyek. 

Hingga tahun 2019  indonesia membutuhkan 4,796 Triliun untuk membangun infrastruktur dan hanya 30% yang dapat disediakan oleh APBN, disinilah PT SMI hadir sebagai katalis pembangunan infrastruktur indonesia melalui penyediaan produk pembiayaan yang inovatif dan fleksibel.

Kolaborasi PT SMI dan para pemangku kepentingan menciptakan manfaat nyata bagi bangsa indonesia, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal’s) PT SMI berkontribusi aktif dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, salah satunya diwujudkan dengan keterlibatan PT SMI bersama pemerintah dalam proyek penambahan beribu-ribu kilometer pembangunan jalan di indonesia yang dapat membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat terluar indonesia untuk mendorong perekonomian mereka dan juga secara bertahap membuat mereka yang selama ini hidup di daerah terisolir dapat keluar dari jerat kemiskinan, pengangguran dan kelaparan dengan kian terbukannya akses mereka untuk berkembang.

Terima kasih kepada PT SMI atas upaya terus menerus untuk memajukan indonesia, harapannya semoga PT SMI tidak berhenti berinovasi untuk melayani kebutuhan pembiyaan infrastruktur di indonesia, dan menjadi salah satu sumber solusi bagi negeri yang kita cintai, Indonesia.



…….
Essai ini di ikut sertakan dalam lomba menulis Milenial Membangun Indonesia Dasabakti PT SMI dan Alhamdulillah masuk dalam 30 besar karya terbaik dari 914 artikel berkualitas lainnya.



April 28, 2019

Sejahtera Dengan Apa Yang Mereka Miliki

Berbicara tentang daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) maka rasanya erat hubungannya dengan ketidakadilan. Bayangkan saja, masyarakat daerah 3T mereka sama-sama bayar pajak sama seperti kita tetapi mengapa mereka tidak mendapat hak pembangunan sama seperti kita yang tinggal di jawa? Masalah yang dihadapi masyarakat 3T ini juga sangat kompleks. Contoh nyata adalah apa yang terjadi di papua, masalah terbesar adalah gizi buruk, kelaparan dan kurangannya fasilitas kesehatan. Butuh alokasi dana pembangunan yang tidak sedikit yang siap dialokasikan untuk mensubsidi makanan-makan bergizi, obat-obatan dan lainnya untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Namun, menurut saya mau sebanyak apapun pemerintah mensubsidi makanan-makanan dan obat-obatan tidak akan selesai masalah gizi buruk, kelaparan dan kesehatan jika masih ada daerah 3T  yang akses nya tertutup. 

Masih banyaknya daerah-daerah berpenduduk yang sangat terisolasi di era modern saat ini, daerah-daerah yang bahkan hanya dapat diakses dengan pesawat perintis atau kapal kayuh kecil, penduduk di daerah seperti ini sangat sulit untuk mengembangkan ekonominya karena hampir tidak ada penghubung bagi mereka untuk berinteraksi ekonomi dengan dunia luar, kalau masalah-masalah akses jalan ini terus dibiarkan maka masalah-masalah seperti kemiskinan, penggangguran dan kelaparan di daerah terluar indonesia akan terus terjadi dan berulang. Perlu Perubahan Untuk Indonesia yang lebih baik, langkah awal menurut saya adalah dengan pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini telah kita mulai. Jalan akan menjadi penghubung mereka ke dunia luar.

Salah satu contoh manfaat jalan bagi pembagunan daerah 3T bisa kita saksikan dengan telah dibangunnya jalan Trans Papua yang hadir menjawab ketersambungan wilayah di bumi cendrawasih, jalan yang membentang dari kota Sorong provinsi Papua barat hingga merauke di provinsi Papua menghubungkan daerah terisolir di kedua provinsi serta memangkas jalur distribusi yang selama ini menyebabkan mahalnya pangan. 

Manfaat itu dirasakan betul oleh masyarakat di kampung Maladofok, Kabupaten Sorong yang jaraknya jauh dengan pusat kota Sorong. Masyarakat yang rata-rata mata pencariannya berkebun, dulunya masyarakat butuh waktu berhari-hari untuk berjalan ke pasar kota menjual hasil kebunnya, kini hanya butuh waktu hitungan jam dengan kendaraan bermotor.
Masyarakat kampung Maladofok membawa hasil kebunnya ke kota.
Sumber: Satu Indonesia episode Pembangunan Infrastruktur Transpapua Barat Mudahkan Masyarakat Papua, NET.

Jalan Trans papua harus jadi tulang punggung untuk menggerakan ekonomi masyarakat. Namun untuk mempercepat dan menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi setelah pembangunan jalan di tanah papua ini, perlu ada intervensi dari pemerintah. Pemerintah harus bisa mendorong tumbuhnya pengembangan ekonomi masyrakat lokal lewat pengendalian rantai ekonomi lokal dari hulu ke hilir, kita tahu bahwa papua memiliki destinasi wisata yang sudah dikenal sampai mancanegara contohnya Raja Ampat dan Pegunungan Jaya Wijaya. Pemerintah harus memaksimalkan potensi ini, yang pertama untuk memudahkan akses wisatawan tentunya dengam mengintegrasikan Jalan Trans Papua ini dengan bandara-bandara terdekat, setelah itu dengan memberdayakan masyarakatnya dengan mengedukasi mereka untuk memproduksi barang-barang kearifan lokal seperti kerajinan tangan, makanan khas daerah dan lainnya, contohnya kopi asli papua, petani kopi perlu pemerintah bantu lewat edukasi menanam  dan permodalannya untuk menghasilkan lebih banyak kopi. Bukan hanya menanam, masyarakat lokalnya harus diberdayakan untuk memproduksi sendiri produk jadi dari biji kopi yang mereka tanam dan masyarakat dapat memasarkannya di sepanjang koridor jalan Trans papua yang banyak dilalui wisatawan. Untuk itu pemerintah harus membuat regulasi untuk membatasi brand produk-produk asing yang biasa hadir di setiap rest area jalan, cukup rest area sepanjang jalan Trans Papua ini sebagai etalase atau tempat pemasaran produk unggulan lokal. 

Diluar itu yang tidak kalah penting adalah dengan menumbuhkan mental yang kuat pada masyarakat papua khususnya anak-anak tanah papua ini. Pendidikan berjenjang mereka harus pemerintah jamin. Tujuan dari pendidikan ini tidak lain ialah untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan mereka, diwujudkan seperti dengan edukasi berkomunikasi bahasa inggris, bagaimana bersikap dan menjaga toleransi. Sehingga di masa yang akan datang tanah Papua tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata yang indah tetapi juga sebagai tempat yang ramah bagi wisatawan.
Dan yang terakhir rasanya sulit bagi pemerintah untuk merealisasikan capaian ini jika hanya mengandalkan APBD. Dibutuhkan keterbukaan dan kerjasama antara berbagai kementrian, pemerintah daerah dan swasta untuk menghasilkan alternatif anggaran pembangunan. Langkah itu telah ditunjukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) dengan salah satu program pemerintah yaitu dengan mengajak pelaku usaha untuk berinvestasi di daerah perbatasan. Dengan meningkatnya investasi maka diharapkan sejalan dengan pembangunan daerah tersebut. Investasi di daerah 3T ini tentunya harus sesuai dengan potensi dan peluang yang dimiliki. Utamanya, Investasi yang masuk harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Pemerintah selaku pembuat kebijakan perlu membuat regulasi khusus yang dapat menarik investor dan memberikan kemudahan  bagi para pelaku usaha di daerah 3T serta harus tegas dalam mengatur pengembangan usaha  para pelaku usaha supaya selain mengembangkan usaha para pelaku usaha dapat bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dan ikut serta mensejahterakan masyarakat lokal.  

Salah satu contohnya KORINDO yang sukses dalam membangun investasi kondusif di daerah 3T, yakni di Boven Digoel dan Merauke, KORINDO sukses membangun usaha dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. KORINDO sadar bentuk Kawasan Papua, merupakan salah satu daerah yang menjadi primadona dalam pengembangan industri kehutanan karena bentang alamnya yang luas, subur, dan kebanyakan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Industri kehutanan menjadi penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua, selain industri pertambangan. Papua juga merupakan kawasan dengan kebudayaan yang juga masih sangat original sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara. KORINDO telah mengembangkan konsep industri yang ramah lingkungan melalui pembangunan bidang kehutanan dan perkebunan kelapa sawit. Melalui pembangunan industri tersebut KORINDO berkontribusi menyerap tenaga kerja terutama di Papua yang telah menyerap 10.000 tenaga kerja. 

Bukan hanya masalah ekonomi dan lingkungan yang harus diperhatikan para pelaku usaha swasta ini, tetapi seperti yang saya singgung diawal bahwa masalah  nyata di Papua itu ialah gizi buruk dan kurangnya fasilitas kesehatan. Dengan sekarang telah terbukanya akses jalan Trans Papua harusnya menjadi jalan untuk muncul dan berjamurnya pos-pos pelayanan kesehatan yang dapat menjamin kesehatan masyarakat Papua. Seperti yang dilakukan Korindo Group melalui Klinik Asiki di kabupaten Boven Digoel Papua. Para dokter dan tenaga medis melakukan berbagai penyuluhan dan memberikan berbagai bantuan kepada warga pelosok. Bahkan melalui program klinik mobile, para tenaga medis dari perusahaan kelapa sawit asal Korea Selatan ini langsung menuju ke pelosok-pelosok desa. Klinik Asiki yang langsung mendatangi masyarakat di wilayah pedalaman merupakan salah satu cara KORINDO turut berkontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat dan membawa perubahan untuk Indonesia di daerah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Korindo Group melalui Klinik Asiki. Para dokter dan tenaga medis melakukan berbagai penyuluhan dan memberikan berbagai bantuan kepada warga pelosok.

Jika di analogikan sebuah rumah, perbatasan adalah teras nya sebuah negara. Teras adalah respresentasi dari keseluruhan isi rumah. Untuk itu mari bersama Bangun Daerah Perbatasan Menjadi Terasnya Indonesia yang indah dan bersih. 

Sekarang ini dengan sudah terbukanya akses jalan di bumi cendrawasih ini harus kita syukuri dan yang tak kalah penting rantai ekonomi, lingkungan serta pelayanan kesehatan masyarakat lokal harus kita, pemerintah dan mitra swasta bantu dan jaga bersama sehingga kedepannya kita bisa melihat bagaimana masyarakat papua bisa sejahtera dengan apa yang sudah mereka miliki.

(Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog yang diadakan oleh KORINDO)

Optimisme Pesawat Tebang PT Dirgantara Indonesia Hiasi Langit Dunia


Badan Usaha Milik Negara atau BUMN adalah badan usaha yang dimiliki baik sepenuhnya, sebagian besar maupun sebagian kecil oleh pemerintah dan pemerintah memberi kontrol terhadapnya. Pemerintah membutuhkan sistem korporasi berbentuk BUMN untuk bisa mengelola sektor-sektor potensial seperti listrik, air, bahan bakar minyak dan sumber daya lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Hasil keuntungan perusahaan BUMN merupakan sumber pendapatan yang besar bagi negara disamping pendapatan dari pajak. BUMN memainkan peranan penting dalam pembangunan negara. Oleh karena itu BUMN harus terus di optimlisasi demi kepentingan negara.

Menurut saya, salah satu langkah yang tepat untuk menguatkan peran BUMN dalam pembangunan negeri ialah membangkitkan kembali BUMN Industri Strategis. Kemajuan suatu negera tidak terlepas dari apa yang dihasilkan industri strategisnya. Katakanlah, Jepang memiliki Honda dan Mitubishi, Korea memiliki Samsung dan Hyundai sedangkan Amerika memiliki General Electrics dan lain-lain. Bagaimana dengann indonesia? Kita patut berbangga karena kita memiliki perusahaan pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang menjadi salah satu BUMN Industri Strategis. Dulu indonesia menjadi salah satu negara terdepan dalam produksi pesawat terbang dengan proyek pengembangan pesawat nasional N-250. Namun, sejak Indonesia diterjang “Badai krisis ekonomi” yang kemudian meluas menjadi krisis multi-dimensi pada tahun 1997. Negara membutuhkan pinjaman untuk menutupi defisit, pemerintah menerima bantuan dari lembaga keuangan internasional, salah satu clausul yang diisyaratkan nya pun cukup menakutkan, yaitu pemerintah harus menghentikan pembiayaan atas proyek industri strategis berbiaya besar termasuk investasi pemerintah  selaku pemegang saham tunggal IPTN untuk pengembangan pesawat N-250. Lalu yang terjadi kemudian kita tidak pernah melihat lagi program pengembangan pesawat terbang nasional yang jelas dan terarah. Kini sudah saatnya kita bangkitkan kembali industri pesawat nasional kita.

Pesawat N250, Sumber: VivaNews.com


Di era sekarang yang semakin terbuka, kita harus siap menghadapi dan memenangkan persaingan. kondisi ekonomi tengah mengalami ketidakpastian. Namun kita meski optimis akan selalu ada solusi untuk memenangkan persaingan bahkan disaat situasi yang tidak menguntungkan. Optimisme ini muncul dikala PT Dirgantara Indonesia telah berhasil merambah pasar global.

 PT Dirgantara Indonesia mengekspor pesawat jenis CN235 ke Nepal dan Senegal. Ini tentu sebuah potensi bagi PT DI, Negara di kawasan Afrika dan Asia Selatan punya karakteristik geografis yang tidak bisa dipenuhi oleh spesifikasi pesawat buatan pabrikan Eropa atau Amerika Serikat. Disinilah PT DI muncul sebagai kompetitor yang punya pasar sendiri, tidak masuk dalam pasar red ocean yang sangat kompetitif, tapi mampu menciptakan pasar sendiri (blue ocean strategy).

 PT DI juga menjadi mitra untuk mengerjakan pembuatan pesawat nasional R80 yang di inisiasi PT Regio Aviasi Industri (RAI) yang didirikan oleh Presiden RI ke 3 BJ Habibie. Pesawat karya anak bangsa ini menwarkan pesawat dengan kecepatan tinggi generasi baru, avionic canggih untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan tinggi untuk penumpang dan ramah lingkungan. Direncanakan pesawat ini siap mengudara pada tahun 2025, sehingga mimpi Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen pesawat terbang yang diperhitungkan dunia tak lama lagi bakal segera terwujud.

Besarnya nilai penjualan perunit dari produk industri pesawat ini, menurut saya akan berkontribusi  masif bagi pertumbuhan perekonomian nasional, sehingga arah pertumbuhan ekonomi juga ditentukan oleh perkembangan industri pesawat terbang ini.

Namun, ada beberapa catatan untuk perbaikan kinerja PT DI yang masih perlu ditingkatkan. Dibutuhkan rumusan strategi jitu yang perlu dilakukan untuk mencapai target kebangkitan industri pesawat terbang sekaligus merebut pasar internasional. Setidaknya saya mempunyai dua gagasan segar jika di masa depan bisa menjadi Direktur utama PT DI.

PT Dirgantara Indonesia harus sudah mulai mengembangkan pesawat terbang komersil seperti boeing 747 atau Airbus 380 yang dominan menghiasi maskapai-masakapi penerbangan. PT DI telah banyak memiliki ahli-ahli pesawat yang mampu membuat proyek produksi pesawat komersil sekelas Airbus dan Boeing. PT DI juga sering dipercaya oleh dua perusahaan raksasa itu untuk memproduksi kompenen-kompenen penting untuk pesawat dari Airbus dan Boeing. Jadi PT DI harus nya sudah mulai berfikir untuk memproduksi pesawat komersil yang jumlah permintaan nya sangat tinggi seiiring dengan pertumbuhan industri penerbangan dunia. Modal sejatinya tidak menjadi halangan jika sikap pemerintah berkomitmen mendukung proyek ini . Banyak instrumen kebijakan pembiayaan yang dapat dilakukan untuk bisa membiayai proyek strategis untuk kemajuan Industri pesawat terbang indonesia ini.

Selain itu menurut saya PT DI sebagai satu-satunya aircraft manufacturer di tanah air dan ASEAN harusnya bisa memproduksi pesawat-pesawat yang dibutuhkan untuk penerbangan nasional, yang mampu beroperasi di daerah seperti Papua yang daerahnya bergunung-gunung, banyak bukit dan jurang terjal. Kebutuhan pesawat terbang dengan karakteristik khusus ini harus bisa dipenuhi PT DI. Dengan begitu anggaran yang dikeluarkan pemerintah tidak akan terlalu besar jika dibandingkan harus memesan pesawat ke produsen pesawat terbang  luar. Dalam penjualan pesawat terbang tipe jarak dekat-menengah, Indonesia adalah pasar terbesar dunia, karena seperti kita ketahui indonesia adalah negera kepulauan. Sangat disayangkan jika potensi pasar sedemikian besar jika kita tidak mampu membuat apa-apa padahal kita mampu memanfaatkannya. PT DI selain dituntut bisa merambah pasar internasional. Namun yang tak kalah penting adalah bagaimana negara kita juga harus melepas ketergantungan mengimpor pesawat dari luar. 

Pada akhirnya ditegaskan bahwa PT Dirgantara akan maju dan berkembang jika ditopang oleh sejumlah faktor input antara lain sumber daya manusia terampil, iptek, dukungan pemerintah serta tata kelola perusahaan yang efisien. Semangat untuk berdikari dalam Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan faktor penting dalam membangun Industri pesawat terbang di Indonesia. Dan kini perkembangan untuk maju sudah dimulai, kiprah PT DI di pasar global mulai menunjukkan tajinya, sehingga  harapan kita untuk melihat pesawat karya anak bangsa mengangkasa menghiasi langit dunia kini bukan isapan jempol semata.

Artikel ini diikutsertakan di lomba BUMN Goes To Campus Future CEO.

October 22, 2016

PLAN




Oh fuck! Rumit.
sudah datang masa nya dimana pilihan sangat penting untuk tetap hidup.
its okay, mungkin level hidup kian menemukan level tersulitnya.

Lolos SBMPTN syukur-syukur kalo bisa lolos BIDIKMISI
untuk plan B. Kejar beasiswa universitas swasta.


Jadi begini rencananya.
aku bakal ngikut banyak tes masuk perguruan tinggi
biasanya universitas swasta tes nya lebih awal
jadi aku akan coba ngikut sana-sini tes
dan kalo mentok-mentok nggak dapet beasiswa juga
mungkin ngikut SBMPTN, meskipun 2x lipat sangat sulit
tapi keren juga kalo masuk PTN
ya meski nggak 100% gratis 
tapi PTN biasanya biaya nya lebih manusiawi 
ahhhh sudahlah.


Tapi, tak semudah ambil lalu lolos, peluangnya mungkin hanya 30%an.
Belasan tes, puluhan soal, ratusan rumus.
Kimia, Fisika dan Mathematics.. oh please!
Aku suka kok matematika, tapi nggak dengan Al-ja-bar nya.

Aku ngerti bener, untuk saat ini ekonomi sanak keluarga lagi sulit. 
sangat-sangat mengerti.
Jadi mungkin target itulah 
yang harusnya bisa dilewati, harus nggak harus. harus.
semoga!





October 15, 2016

De Javu

Oh sialan, udah jam sembilan 
mata tak juga menutup, Ia masih asyik memandang layar.
Baik, ini video yang terakhir cepat lakukan, pinta mata kepada jari, 
keyword mulai di ketikan jari..
PU.. PUH.. Oh sial kerja jari dan keyboard absurd gak jelas.
Pupuh Maskumambang. tunggu aku mengingat sesuatu, semisal....
Ahhhh.. Dia lagi.



Aku duduk, menanti giliran. 
waktu itu seleksi untuk lomba pupuh antar SD.
Dia mendapat giliran maju duluan, 
Dia si wanita pujaan diriku waktu itu.
Dia mulai dengan baik, 
bait berikutnya juga demikian.
bait demi bait... Oh Tuhan aku ingin dia jadi istriku.













SEMOGA!

September 10, 2016

UNTITLED

Dulu sekali, enam atau tujuh tahun silam.
Wali kelasku membawa seorang perempuan 
Yang masih asing bagi para kita muridnya.
Dia mulai memperkenalkan diri dengan gagahnya.
Setelah itu ia duduk didepan bangkuku, Oh aku sedikit lupa 
Dia duduk di Sebelah kiri di depanku, baris ketiga dari saf kedua.



Dan kini, entahlah.
Aku pun mulai ragu apakah kita masih tinggal di planet yang sama.


Kecewaku hanya satu padanya
Mengapa dia baru datang ketika kelas empat
Mungkin akan lebih menarik jika Ia masuk dari awal, kelas satu.
Ah, Sudahlah. Dia juga mungkin udah lupa nama panjangku.



Aku Tenggelam saja..







August 25, 2016

Mr. Deer

Luas nyata kosong
Begitulah latar sekenario-Nya
Sungguh sangat sulit untuk diperjelas
Tidak lebih tidak sedap dipandang 
daripada pada langkah seeokor rusa 
yang memaksakan ada diantara ditiadakannya.
Antara diasingkan dari kumpulannya 
atau dia yang mengasingkan diri,
Entahlah mungkin angin pun 
mulai enggan menyentuh kulit nya.

Mungkin hanya rusa bodoh 
yang meninggalkan kumpulannya.
Dan itu juga hal yang mungkin 
hanya akan menunda-nunda kekalahannya
Yakin nya hanya satu, berdiri di puncak 
Dan semua rusa lainnya 
memakai kedua mata mereka untuk melihatnya.

"Beberapa hal atau lebih banyak hal masih perlu penyelesaian
Mr. Deer, ayo bangun rapihkan tempat tidur lalu cepat mandi..."

June 02, 2016

Laskar Ramadhan

Hari sudah bisa dihitung dengan jari, Ramadhan yang suci segera landing di pribadi Al-Insan yang percaya kesucian bulan yang di janjikan Al Aziz.

Wahai laskar Ramadhan !
bekal apa yang tlah engkau buat menyambut Syahrush-Shiyam ini?

Apakah anda hanya sebatas pejuang yang mencari nilai di pesantren kilat yang di wajibkan sekolahmu? 

Apakah anda hanya sebatas prajurit pemeriah kota di sore hari? 

Ataukah anda hanya geng penabuh beduk atau bahkan peluncur meriam di malam kemenangan nanti? 

Sadarilah Al-Insan anda bisa lebih dari pejuang, prajurit ataupun geng di Ramadhan ke 1437 H ini. Niatkan dalam diri anda, anda mampu bangun dinihari tiap harinya, menahan haus dan lapar, melawan hawa nafsu anda, mampuhkanlah bersedekah, bershalawatlah, bertahajjudlah serta yakinkan diri anda, anda mampu khatam Al-Furqon. Teguh kan diri anda, anda bisa menyelesaikan misi puasa dan amalan sebulan ini dengan sebaik-baiknya. 

pic santri salah satu pesantren di jawa tengah 

Di riwayatkan oleh Ibnu Huzaimah Rasulullah bersapda;


"Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya...."

Wahai Laskar Ramadhan !
Bersyukurlah, bersyukurlah, bersyukurlah dan perbaikilah.

Wahai Laskar Ramadhan !
Ketika kesabaran kita teruji. Ketika hati dituntut buat ikhlas. Ketika keyakinan harus dikuatkan. Semua akan sangat mudah ketika Allah menjadi tujuan. Selamat menjalankan ibadah puasa.




May 26, 2016

Teruntuk untuk Tampomas...

Aku tidak tahu, yang aku tahu warna hijau tumbuhan itu membuat mata sehat. Aku juga kurang tahu, setahu ku tumbuhan itu menghasilkan zat yang diperlukan manusia untuk tetap bernafas. Tapi itu rasanya tidak terlalu penting bagi mansusia yang belum bijak terhadap alam.

Ku gerakan langkah kaki di lanjutkan kan langkah kedua lalu langkah berikutnya kaki kanan dan kiri bergantian melampiaskan ke marahannya. Tidak cukup dua kaki  satu ranting sebagai pemeran tongkat juga ku ikut sertakan dalam langkah ini, ranting yang ku beri nama 'Harapan' ini berpadu dengan dua kaki yang mulai lelah dengan langkah yang mengiris hati ini.


Ekspektasinya udara segar yang harus di dapat paru-paruku. Tapi aku sangat salah nyatanya hanya ada udara khas padang pasir yang kudapat. Udara yang tidak mestinya ada di kaki gunung. 

2015 November Kaki gunung Tampomas

Teruntuk untuk gunung tampomas maaf seperti apa yang harus ku utarakan pada kau, maafkan saudara hidup kau yang belum bijak mengerti pentingnya engkau. Maafkan suadara hidup kau yang telah merusak kaki kau. Mungkin untuk saat ini saudara hidup mu itu belum mengetahui apa yang kamu kasih terhadap mereka. Mereka justru memanfaat kan kau untuk satu alasan klasik, Harta.

Aku sungguh tidak membenci kau seandainya engkau meluapkan dendam kau, aku tahu engkau mampu membuat saudara hidup kau mati, karena aku tahu akan kuat nya kekuataan yang kau miliki. Aku juga tahu tanpa oksigen yang kau buat saudara hidup mu yang namannya manusia itu akan sesak nafasnya. Aku juga tau engkau mampu hidup tanpa manusia. tapi mereka tidak.

Teruntuk untuk Tampomas doakan para manusia asal sumedang agar mereka dapat setitik renungan bertapa pentingnya engkau bagi sumedang.

May 13, 2016

Semesta Maha Bercanda

Pernah nggak kalian merasa bahwasannya hidup itu nggak adil, Terkadang ada yang hidup biasa saja tetapi berakhir bahagia, malah ada yang berjuang namun malah selalu kecewa. Lucu.

Suatu ketika di minggu pagi, kota kecil ku Sumedang sudah riuh oleh orang-orang penghuninya, jelaslah karena kota yang sedang berulang tahun ke-438 tahun ini sedang kedatangan orang nomor 2 di jawabarat, DEDDI MIZWAR.

Om Nagabonar ! begitulah kiranya terikan dari warga sumedang menyabut sang wagub, ya siapa gituh yang tidak mengenalnya, seorang wagub, aktor senior,  produser, bintang iklan atau lebih dari itu. 


Sosialisasi PON XV Sumedang


Ketika sang wagub sedang melantunkan pidato nya ku mulai berfikir, Apakah Dia juga berjuang layaknya kaum muslim yang berjumlah tiga ratusanan orang yang dapat mengalahkan seribu pasukan quraisy? Saya rasa tidak seberat itu.Di sisi panggung mataku teralihkan melihat bapak tukang siomay dengan begitu lelah nya mendorong gerbak siomay nya. Adilkah jika seorang Deddi Mizwar yang hanya melakukan pidatonya tapi di gaji puluhan juta per bulannya dibandingkan seorang tukang siomay yang maksimal mungkin hanya mendapatkan uang seharga kopi di cafe per harinya. Hidup memang selucu itu, Semesta memang maha bercanda.

Tapi apakah, bahagia hanya tentang materi? Relatif kali. Baik apakah kita bisa katakan Deddi Mizwar lebih bahagia hidupnya daripada tukang siomay? Mungkin aja nggak. Aku lihat mimik kedua orang itu Deddi Mizwar aku rasa dia nggak terlalu suka menghadiri acara ini, Normal nya hari minggu itu hari keluarga ini malah keluar kota,  aku bisa berandai tukang siomay tadi dagangan nya laku keras lalu ia pulang ke rumahnya membawa uang hasil jualannya dan disambut senyuman keluarganya. Jelas momen yang jauh lebih bahagia daripada hanya berpidato jauh di luar kota. Bahagia itu relatif.

Jadi kawan mulailah bersyukur, Berhenti menilai orang yang kaya itu diberi segalanya oleh semesta, Semesta itu Adil. Menurutku !  orang kaya mungkin mendapat rezeki materi namun rezeki bukan hanya materi  dalam database rezeki terdapat berbagi kata selain materi. Salah satu nya bahagia.

January 12, 2016

Lebih Dari Sekolah Dasar

Sebelas tahun silang atau lebih tepatnya tahun 2006, Ibu aku membangunkanku lebih awal. aku baru inget hari itu adalah hari pendaftaran SD ku. Dalam otak kecil ku waktu itu aku membayangkan SD adalah semacam tempat dimana kita dilarang keras untuk berbuat nakal, karena kalo itu aku lakukan maka aku akan kena straf. Itulah yang dikatakan Ibu ku. Pemikiran yang awam, Beda dengan temanku yang terlebih dahulu masuk TK mereka hanya perlu sedikit adaptasi di bandingkan aku yang tidak masuk TK dulu.

Kelas satu, Aku duduk sebangku dengan sobatku dari kami lahir, ya.. kami bertetangga. aku duduk di bangku urutan nomor dua di kanan pojok. Aku beruntung cuma duduk berdua saja, Karena teman ku ada yang duduk sebangku bertiga. Banyak kejadian yang berkesan di kelas satu aku, dari mulai sobat sebangku yang poop di kelas sampe mengotori tas ku, Sobat ku yang badan nya gede tapi tiap hari harus ditungguin oleh emak nya di kelas.. Dan lainnya (aku sulit jelasinnya).

Di kelas aku termasuk kategori murid yang biasa-biasa aja, Iyah biasa aja. karena di kelas aku waktu itu ada murid yang pinter, bodo, disayang guru karena lucu dan ngegemesin, murid yang sering di bully karena kepalanya pelontos, trus murid yang jadi raja karena kalo di ribut pasti dia menang. Jadi murid biasa-biasa aja nggak enak sekali, temen akrab dikit, di kelas cuma di anggap obat nyamuk, mau ngelakuin apa-apa juga malu.

Di kelas 4 aku mulai berfikir bagaimana untuk menjadi murid yang nggak biasa-biasa aja. apa harus jadi bad boy kelas, Nggak mungkin karena badan ku aja kecil, Atau harus botakin kepala biar jadi pusat perhatin, nggak karena kepala ku agak pitak nanti malah kayak UFO, O iyah yang paling mudah, Pura-pura jadi bodoh aja, Biar sering di bully otomatis aku dapat perhatian. Nggak nanti Ibu aku marah. Yaudah nggak ada cara lain selain harus mendapaktkan ranking di kelas dengan cara ini aku akan mendapat popularitas. Dannnn.. yap  aku berhasil aku dapet ranking tiga ketika kelas 4 dan 5. 

Aku inget waktu itu temen ku berteriak kencang,
"Ajigggg.. Si Rifki rengking Tilu" kalo di terjemahin artinya ''Woww.. Si Rifki rangking tiga." dan mulai saat itu aku mulai di perhitungkan.

First Love... aku mulai jatuh cinta ada yang bilang first love nggak bakal bisa di lupain walau sampai kamu kakek tua pikun nanti. hhhh.. sepertinya itu teori yang benar. Aku ingat waktu itu kelas 5 dimana aku disitu berubah menjadi murid yang pintar. wali kelas ku masuk dia tidak sendiri ada seorang cewek cantik (I think), putih, rambut lurus, pake bondu rajutan warna pelangi, dan suara yang cempreng ketika memperkenalkan diri. ya... dia murid baru.

Satu bulan setelah itu, Aku sudah mulai akrab dengannya. Bahkan temen-temen ku banyak yang mengoyok-ngoyok kami dengan cara menulis di bor nama kami berdua dengan simbol love di antara nama kami. Terus terang dalam hati aku senang, Tapi demi sifat harga diri khas anak SD aku pura-pura nggak terima, Begitu pun dia tapi aku lihat senyumannya ketika di oyok-oyok ,aku tau dia juga suka sama aku (GE'ER).

Kege'eran ku bukan kege'eran semata. waktu itu hari sabtu bulan juni ketika istirahat di pinggir mesjid deket sekolah aku di panggil oleh temenku ke tempat itu. Dan disitu si murid baru itu lagi kumpul dengan geng cewek-ceweknya. aku kagak tau mau di apain. 

sampe temenku berkata pake basa sunda sebenernya, langsung aja terjemahin pake bahasa indonesia,
"ki.. kamu suka kan sama ****?"

gue jawab "Naon ari maneh." atau bahasa indonesianya "Apa sih kamu?" Gue bener-bener bingung apa maksud temen aku itu.

"Si **** bilang sama aku kalo dia suka sama kamu, sekarang kamu mau menerimanya nggak?" sambung temen aku.

tiba-tiba gue melayang. apa aku nggak salah denger atau mimpi. tapi ini beneran nyata Dia nembak aku dengan menyuruh temennya yang bilang ke aku dia juga ada disana menanti jawabanku. aku ambil nafas dan menjawab,

"eeeeeeee.. beneran.." lalu aku anggukan kepala,  tanda menerimanya. di senyum. Aku sebagai lelaki sejujur nya malu, tapi dengan gentle ku ulurkan tangan ku ke dia dan dia juga melakukan hal yang sama. Kami bersalaman. Tanda kami jadian.

Kami tidak pernah pacaran seprti mana orang pacaran, paling hanya ngobrol akrab tapi jaim, senyum-senyum ketika berjumpa dan aku mendukung nya ketika di ikut lomba pupuh, Dia juga mendukungku ketika aku main bola. hanya itu. tapi gakpapa, itupun sudah membuatku bahagia.

Tapi seiring waktu hubungan kita itu luntur. nggak putus, nggak juga pacaran. sampe kami lulus dari kelas 6. kami jadi sangat jauh, Bukan karena beda SMP. Sekolah sama tapi nyapa aja kadang-kadang. sampe aku denger di punya pacar baru, itu tanda nya hubungan kita habis. Ya Udah. Tapi hey, dengar (semoga kamu baca), Aku tidak akan melupakan ketika kamu masuk pertama kali kelasku pake bondu rajutan warna pelangi. Karena itu adalah objek terbaik yang pernah tertangkap oleh mataku.



Daftar nama temen SD ku:

Aripin, Anita, Andri, Cepi, Dede, Devi, Idan, Iqbal, Icha, Martini, Melani, Lina, Lalan, Novian, Puput, Pipit, Ramdan, Rosmiati, Rizal, Siti, Sopian, Taufik, Tomi, Vivi, Wina, Zaenal,

Thanks sobat. 6 tahun yang berharga bagiku karena kalian !!!

October 21, 2015

Melawan Asap

Pagi seperti malam, Kota penuh asap, Bandara tertutup, Udara tak layak, Matahari tak tembus, dan Rindu langit biru. mungkin beberapa kata diatas dapat menggambarkan dua pulau besar di indonesia saat ini. yap... sumatera-kalimantan. dua bulan sudah mereka hidup di kepung asap tebal mencekik paru-paru.

pic Kaskuser


Mereka yang menghirup asap disana juga saudara kita bro... satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. massa iya kita hanya bisa melongo diam aja. ya setidaknya kita harus bersuara bro...

Apakah ini termasuk bencana alam? NO... pembakaran hutan lah penyebabnya, perusahaan industri berlomba-lomba membuka lahan, tapi mungkin mereka lelah menggunkan gergaji, dan bodohnya mereka menempuh cara yang menurut mereka dirasa lebih hemat, yes membakar hutan. duhhhhh... dasar kampvrettt.. menurut survey lapangan kerusakan hutan di indonesia tertinggi di dunia. tapi siapa yang peduli, bagi mereka money is everthing. mereka para pelaku perusahan industri terlalu sibuk dengan investasi mereka, tak memikirkan secuil pun penderitaan para rakyat sipil. ya jelaslah !!! pemilik perusahaan nya juga kebanyak dari jakarta bukan dari sumatera atau kalimantan. jadi siapa peduli.

Trus Pemerintah bisa apa? jawabannya mereka nggak becus.., mereka hanya bisa menyalahkan. lebih mementingkan yang nggak penting. contohnya ada anggota DPR yang lebih memilih membantu kampanye calon presiden negara lain (*lirik SN), trus orang istana gimana? sama aja... mereka malah memilih nonton final piala presid*n di GBK. dan elo tau nggak bro hadiah buat juara nya, 42 miliyar bro.. coba buat dibeliin masker, dapat berapa tuh bro... that really kamvretttt....
           
Kebakaran hutan tidak bisa ditolelir lagi, penyebab dan solusi nya pun sudah diketahui, kembali lagi ke pemerintahnya niat nggak "MELAWAN ASAP" ini, menurut aku perusahan yang sudah ketahuan membuka lahan dengan cara membakar harus di cabut izinya dan dipidanakan. ini bukan hanya untuk sanksi juga untuk efek jera juga. trus untuk solusi pemerintah seharusnya memrintahkan pengamanan bagi hutan-hutan lindung di sumatera-kalimantan, massa untuk final bola kemarin aja di GBK sampai 16 ribu personil gabungan, massa iya untuk pengamanan hutan aja nggak mampu. pengamanan ini juga untuk pencegahan dan penanggulangan dari "Pematik Api".

Sekarang kan sudah terlanjur mengasap jadi yang kita harus lakukan sekarang adalah melawannya. yessss MELAWAN ASAP. caranya? ASAP BERSAMA LAWAN BERSAMA. Masalah asap bukan hanya masalah Sumatra dan Kalimantan saja. Ini masalah Nasinoal bro... negri jiran dan negri singa juga harus membantu bukan hanya menyalahkan. BERBAGI OKSIGEN BERARTI BERBAGI ASAP. Masalah asap tidak mengenal batasan wilayah, Karenanya penangan harus melalui kerja sama lintas wilayah. kalau hanya Sumatera dan Kalimantan saja yang melawannya sepertinya berat bro.. kasian pula. semua pihak harus bersinergi membuat suatu metode mutahir yang dapat 'MELAWAN ASAP" ini. banyak kok... orang-orang pintar diluar sana yang punya metode pengikatan asap. Kembali lagi mereka niat apa kagak "MELAWAN ASAP" ini.
           
Trus jangan cuma itu saja, Pemerintah juga harus peduli pada kesehatan warga sipil disana. misalnya pembagian masker, penambahan layanan keshatan dan lainnya. udah banyak korban karena Bencana asap ini korban jiwa maupun penyakit macam ISPA, radang paru-paru dan lainnya. menurut survey lapangan asap kabut ini 10 kali berbahaya dari asap rokok. uhhhhh.. so bad.

Banyak kerugian yang kita terima bro... pertumbuhan ekonomi tentu terhambat. pendidikan juga tersendak bro.. sekolah pada libur tahunan musim asap. padahal indonesia sedang mengejar ketinggalan dari negri jiran. agar ketika diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masarakat dapat bersaing. Tapi bagaimana mau bersaing kalau libur ke libur lagi. akibat Asap.
          
Terakhir Harapan aku semoga bencana asap ini dapat segera berakhir, semoga semua pihak melepaskan ego mereka dan dapat bersinergi "MELAWAN ASAP" ini. dan semoga pemerintah segera menetapkan status darurat asap di Sumatera-Kalimantan yang tentu nya pelayanan kesahatan pun akan lebih baik disana. Aminnn...
           

Copyright © Rifki Renaldi | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com